Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Antara Murai Batu Import Dan Lokal

Murai Batu Import Dan Lokal

 Kucica hutan atau yang sering di sebut murai batu ini semakin hari makin banyak saja peminatnya. Walaupun kini harganya bisa dibilang cukup mahal tetapi peminat dari burung ini tidak bisa di bilang sedikit. Murai batu banyak di temukan di beberapa wilayah Indonesia, seperti Sumut, Aceh, Lampung, Jawa, dan Kalimantan. 

Rata-rata, kucica hutan ini memiliki harga jual yang cukup mahal. Diantara burung murai yang ada di Indonesia, yang memiliki harga jual paling mahal ialah murai batu bahorok asal Sumatera Utara, atau orang sering menyebutnya murai medan bahorok.

Sekarang ini sudah banyak dijual dipasaran murai batu import asal negeri tetangga. Masuk nya murai batu import ini membuat banyak dilirik oleh penghobi karena harga jual nya yang bisa dibilang lebih murah dari pada murai batu lokal.

Baca juga : Cara menjodohkan murai batu yang galak

Maka dari itu tak sedikit pula orang terkecoh akibat masuknya murai import ini. Banyak sekali terjadi penipuan yang mengatas namakan murai batu lokal. Padahal yang di tawarkan adalah murai import. Hal ini terjadi akibat tergiur nya dengan harga yang lebih murah dari pada murai lokal asli. 

Nah bagaimana cara membedakan murai batu lokal dan import, berikut tips nya :

Murai Batu Lokal

Murai batu lokal dikenal dengan mental yang tangguh dan kuat jika dibawa ke arena kontes. Namun masih banyak para pemula yang bingung bagaimana cara membedakan burung murai batu baik itu lokal dan import. Untuk itu, sebagai pemula kamu wajib mengetahui beberapa informasi dibawah ini.

Murai batu Medan :

Murai medan merupakan yang paling populer di Indonesia. Murai ini memiliki ciri postur tubuh besar, ekor panjang bisa mencapai 27-30 cm, apabila di perhatikan terdapat 4 pasang ekor warna putih strip hitam.

Ekor terlihat melengkung, jika ekor terangkat maka bisa menyentuh bagian kepalanya. Daun ekor terlihat lebar dan tebal. Postur tubuh profesional, tegap, dan menantang. Bentuk kepala nya cepak, atau bisa di bilang atas kepalanya kalau diperhatikan rata. 

Apabila terpapar cahaya matahari, sekilas bulunya terlihat warna kebiru-biruan. Pada bagian kaki terlihat seperti warna merah tua, apabila sudah tua maka kaki terlihat bersisik seperti lekukan belimbing. 

Murai batu Nias :

Murai ini sudah langka keberadaan nya. Murai ini memiliki ciri postur badan kecil/ramping, pada bagian ekor nya hanya memiliki warna hitam polos saja tanpa pola. Ekornya bisa mencapai panjang 17-20 cm saja. Banyak yang menyebut burung ini dengan sebutan blacktail, selain itu burung ini mampu dengan cepat menirukan suara burung kicau lainnya. 

Murai Lampung :

Murai Lampung memiliki ekor yang  lebih pendek dibanding dengan murai lainnya. Walaupun ada beberapa jenis murai lampung yang memiliki ekor panjang yang biasa disebut dengan murai Lampung super. Banyak orang menilai burung ini memiliki ekor yang lurus dalam arti tidak memiliki lengkungan sedikit pun pada bagian ekor nya. Kalau diperhatikan pola ekornya terdapat sepasang helai ekor yang bewarna putih memiliki strip hitam. Ketika burung ini melihat lawan tandingnya maka burung ini memiliki gaya bertarung dengan menaikan kepala nya seperti mencangkul. Sama seperti burung murai borneo hanya saja yang membedakan murai borneo menggembungkan bulu dada nya saat bertarung.

Murai batu Aceh :

Murai ini memiliki ciri yang hampi sama dengan murai Medan. Banyak orang yang menilai bahwa burung ini sulit untuk dibedakan dengan murai batu Medan. Hanya saja jika diamati dengan teliti murai ini memiliki ciri tubuh lebih kecil dibanding murai Medan, bentuk tubuh lonjong, memiliki ekor yang mencapai sekitar 20-30 cm. 

Murai batu Borneo :

Burung ini memiliki ciri ekor yang tidak begitu panjang kira-kira sekitar 15-18 cm saja. Bentuk tubuh nya sedang serta memanjang, kaki  nya bewarna cokelat kehitaman dan cokelat kemerahan. Bulu dadanya memiliki warna kecokelatan, gaya tarung burung ini ditandai dengan mengembangkan bulu dadanya.

pola ekor murai batu, perbedaan ekor murai batu
Pola ekor murai batu local (kicauan.net)

Murai Batu Import 

Mahalnya harga murai batu lokal membuat para pemula mulai melirik murai batu dari Negeri tetangga. Sebab harga yang ditawarkan pun begitu miring dan terjangkau. Apalagi bagi pemula yang ingin belajar cara merawat murai batu ini. 

Untuk itu, saya akan memberikan beberapa perbedaan murai batu import yang berasal dari Thailand dan juga Malaysia. Langsung saja simak ulasannya dibawah ini.

Murai batu Malaysia :

Murai ini sekilas juga terlihat hampir sama dengan murai Medan. Burung murai malaysia ini memiliki ekor panjang yang bisa mencapai panjang 35 cm. Banyak yang beranggapan bahwa ini murai medan super. Namun ini sangat berbeda dari segi stamina dan suara.

Ciri lainnya murai Malaysia ini memiliki ukuran tubuh lebih kecil ramping. Pola ekor juga hampir sama dengan murai Medan hanya saja daun ekor burung ini tidak lebar dan terbilang tipis. Mental burung ini terbilang cukup tangguh, hanya saja stamina cepat berkurang. Walaupun begitu banyak juga pemain pemula yang berminat memelihara burung ini. 

Murai batu Thailand :

Burung ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan kicau mania dan menjadi perbincangan karena sekarang sudah memiliki banyak peminatnya. Burung ini memiliki ekor yang panjang dibanding murai lainnya.

Bahkan panjang ekor nya bisa lebih dari 35 cm, serta memiliki warna hitam dan terdapat juga corak berwarna putih. Bentuk tubuhnya kecil dibanding murai Malaysia serta memanjang seperti botol. Bagian dada nya memiliki warna kuning tua agak kemerahan. Suara dari burung ini terbilang lantang dan nyaring, hanya saja memiliki sedikit variasi suara. 

Itu lah beberapa perbedaan ciri dari murai batu lokal dan import yang populer di Indonesia. Jika ingin berniat memelihara murai batu lokal lebih baik beli dengan peternak yang bener-bener membudidayakan murai asli Indonesia. Biasanya harga murai batu lokal terbilang lebih mahal jika di bandingkan dengan murai import. 

Semua memiliki kelebihan serta kekurangan nya masing-masing. Apabila ingin memelihara hanya untuk pajangan rumah saja, lebih baik beli murai import karena harga yang di tawarkan tidak begitu mahal di banding lokal.

Post a Comment for "Perbedaan Antara Murai Batu Import Dan Lokal"