Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mitos Burung Kedasih Menurut Pandangan Islam

Mitos Burung Kedasih

 Mitos burung kedasih - Mendengar kata burung kedasih saja orang sudah banyak tau bahwa burung ini terkenal akan kemistisan nya.  

Ada yang beranggapan bahwa apabila mendengar suara burung ini di sekitar wilayah, maka diwilayah tersebut akan ada orang yang sakit atau akan ada orang yang meninggal.  

Namun, benarkah demikian ? Bagaimana pandangan Islam mengenai mitos burung kedasih ini. Simak penjelasannya di bawah ini.

Mitos burung kedasih menurut Islam

Dalam sebuah hadis Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bersabda “Tidak ada penularan penyakit, tidak ada burung penentu nasib dan buruk, tidak ada burung hantu pembawa sial, tidak ada bulan shafar pembawa sial atau keberuntungan.”

Dari kutipan hadist tersebut sudah jelas bahwa tidak ada yang namanya burung pembawa penanda buruk. Ini hanyalah sebuah mitos yang beredar di masyarakat. Percaya atau tidak semua tergantung pada diri masing-masing.

Prilaku buruk burung kedasih

Burung kedasih ini memiliki nama lain yang dimana masyarakat di Jawa biasa menyebutnya dengan nama emprit gantil, di Sunda sendiri mereka menyebutnya dengan nama uncuing. Nama burung ini melambangkan feminitas dan welas asih atau keibuan. Dibalik nama nya yang indah, ternyata burung ini memiliki sifat yang jahat. Sifat jahat burung kedasih ini datang ketika musim kawin. 

Ketika burung kedasih betina ingin bertelur, maka burung ini tidak membuat sarang. Melainkan menitipkan telur nya disarang burung lain. Disini lah sifat jahat dari burung ini, ketika menitipkan telur nya ke sarang burung lain. 

Induk kedasih juga tak segan membuang telur burung lain atau merusak telur yang ada disarang tersebut. Lalu setelah itu kedasih betina akan mencari kedasih jantan untuk melakukan perkawinan dan mentipkan kembali telur nya ke sarang burung lain begitu seterusnya.


Anak burung kedasih disuapin burung lain (Sumber Gambar Google)


Tak hanya induk nya saja yang memiliki sifat buruk. Ternyata anak burung kedasih juga melakukan hal sama seperti yang dilakukan induknya ketika menitipkan telurnya. Ketika anak kedasih ini menetas terlebih dahulu, maka ia akan merusak telur yang lain. 

Dan apabila telur yang lain terlanjur menetas, maka anakan kedasih tak segan untuk mencakar dan membunuhnya. Hal ini bertujuan agar anakan burung kedasih mendapat kasih sayang penuh dari ibu tirinya. 

Tak heran jika banyak yang menyebut burung ini sebagai burung yang tegaan serta tidak mengenal balas budi. Ketika anakan ini besar, maka ia akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan induk nya terlebih dahulu. Hal ini berulang terus menerus hingga ke generasi berikutnya.


Burung kedasih sulit di temukan

Dialam liar burung ini sulit sekali untuk kita jumpai. Kenapa demikian ? Karena burung ini selalu menyendiri dan tidak berkelompok. Dan burung kedasih ini termasuk burung yang pemalu, ia selalu bersembunyi di balik dedaunan. Belum pernah saya menjumpai burung ini dipelihara oleh orang. 

Bahkan para pecinta burung atau yang sering disebut kicau mania pun mungkin tidak ada yang memeliharanya. Apa mungkin karena burung ini memiliki mitos yang dianggap akan membawa petaka atau kabar buruk. Mungkin saja hal tersebut yang membuat burung ini tidak diminati untuk dipelihara.


Post a Comment for "Mitos Burung Kedasih Menurut Pandangan Islam"